Untitled Document
Jadwal Pelaksanaan Tes Kompetensi Dasar (TKD) di Daerah (Bagian ke-2), Pengadaan CPNS Kemenaker RI 2014
18 December 2014  
 
Menu
 

Home

Berita Seputar KTM

Daftar Pengembangan KTM

Profil KTM

Galery Foto

 

 
 
  Home | KTM
  Profil Kota Terpadu Mandiri

PROFIL KTM TOBADAK

I.
Gambaran Umum Kawasan
 
Provinsi Sulawesi Barat merupakan provinsi baru hasil pemekaran provinsi Sulawesi Selatan yang terbentuk berdasarkan Undang-Undang No. 24 Tahun 2004. Hingga saat ini Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus melaksanakan pembangunan di berbagai bidang agar dapat segera mensejajarkan diri dengan Provinsi lainnya.

Kekayaan sumber daya alam Provinsi Sulawesi barat mendukung perkembangan Sulawesi Barat. Selain terdapat cukup banyak lahan untuk pembangunan berbagai komoditas unggulan, sumber daya hutan, deposit berbagai jenis bahan tambang serta sumber daya posisi dan kelautan masih belum digarap secara optimal. Semua potensi sumber daya alam tersebut dapat dikemas menjadi daya tarik investasi yang dapat membuka peluang usaha serta menciptakan banyak lapangan kerja. Untuk mempercepat perkembangan, maka perlu dilakukan upaya terobosan yang dimiliki bobot revatilisasi terhadap sejumlah sumber daya andalan, melalui pembangunan KTM.

Pemerintah Sulawesi Barat mengusulkan pembangunan KTM Tobadak sebagai pusat pertumb uhan ekonomi bagi kawasan Tobadak. Kawasan ini dibentuk oleh 22 unit permukiman transmigrasi yang sudah diserahkan dan 5 desa setempat. Disamping itu masih tersedia kurang lebih 49.000 ha lahan pengembangan yang dapat diintegrasikan ke dalam kawasan.

Kota terpadu mandiri (KTM) adalah kawasan transmigrasi yang pembangunannya dirancang menjadi pusat pertumbuhan yang mempunyai fungsi perkotaan melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Fungsi perkotaan yang dimaksud antara lain meliputi:
  1. Pusat kegiatan ekonomi wilayah
  2. Pusat kegiatan industri Pengolahan hasil
  3. Pusat pelayanan Jasa dan Perdagangan
  4. Pusat pelayanan Kesehatan
  5. Pusat pendidikan dan pelatihan
  6. Sarana Pemerintahan
  7. Fasilitas umum dan sosial
II.
Kondisi Geografis
 
Letak kawasan KTM Tobadak terletak di Kabupaten Mamuju dengan ibukotanya di Mamuju Provinsi Sulawesi Barat. Secara administratif kawasan ini tercakup dalam 3 kecamatan yaitu Topoyo, Tobadak dan Budong-budong, dengan luas kawasan +/- 107.500 Ha .

Secara geografis Kawasan Tobadak terletak di bagian Barat pulau Sulawesi dan berbatasan langsung dengan selat Makasar, yaitu:

  • ●Sebelah Utara berbatasan dengan Kec. Karossa
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kec. Pangale dan Tommo
  • Sebelah Barat berbatasan dengan selat Makassar
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Kab. Lawu Utara.
Secara regional kawasan KTM Tobadak dilalui oleh jalan trans Sulawesi lintas Barat dari Makassar ke Palu ( Ibu kota Provinsi Sulteng). Kawasan Tobadak menghadap selat Sulawesi yang merupakan jalur ALKI (Alur laut Kepulauan Indonesia) dengan lalu lintas pelayaran yang cukup ramai, baik jalur untuk keluar negeri maupun kekota kota propinsi lain. Bagitu pula kawasan tobadak berhadapan dengan pantai timur pulau kalimantan yang merupakan kawasan industri (kota Balikpapan).
 
Kedudukan kawasan secara regional dengan pusat KTM di topoyo/tobadak merupakan orde III, kemudian mamuju sebagai ibukota Kabupaten sekaligus menjadi Ibukota Provinsi yang berjarak 115 Km menjadi Orde III yang berfungsi sebagai pusat Pemerintahan Kutub – kutub petumbuhan seperti Makassar (Prov.Sulsel), Palu (Prov.Sulteng), dan Balikpapan (Prov.Kaltim) sangat membantu pertumbahan kawasan ini secara Nasional. Pemerintah Sulawesi Barat mengusulkan Pembangunan KTM Tobadak sebagai pusat pertumbuhan ekonomi bagi kawasan Tobadak Kawasan ini dibantuk 22 unit pemukiman transmigrasi yang sudah diserahkan dan 5 desa setempat. Disamping itu masih tersedia kurang lebih 49.500 ha lahan pengembangan yang dapat diintegrasikan ke dalam kawasan.
III.
Pencapaian Lokasi
 
Kawasan KTM Tobadak terletak di kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi barat. Kawasan ini dapat dicapai dengan pesawat udara dari Makasar sampai menuju (Ibu Kota Kabupaten ) dengan waktu tempuh kurang lebih 2,5 jam atau melalui jalan darat dari makasar dengan waktu tempuh 10 jam. Kawasan KTM Tobadak dapat juga ditempuh dari Balikpapan dengan menggunakan pesawat udara sampai di Mamuju dengan waktu 1 jam atau dapat menggunakan ferry menyebrangi Selat Makassar dengan waktu 8 jam
IV.
Kesesuaian Lahan
 
Luas lahan Kawasan KTM Tobadak adalah 107. 500 Ha Terdiri atas 54 % lahan datar dan 46 % lahan bergelombang dengan jenis tanah meliputi Entrisol (37,7 %), Histosol ( 25,77%) dan Inceptisol (36,51 %) Secara umum lahan di kawasan ini cocok untuk perkebunanan / pertanian karena tanahnya yang subur curah hujan bulanan 274,5 mm . Kawasan KTM Tobadak terdiri atas 7 (tujuh ) satuan Peta lahan, yang pada umumnya sesuai untuk tanaman padi sawah. Tanaman Pangan Lahan Kering (TPLK) maupun tanaman tahunan/ perkebunan (kelapa sawit ,cacao,jeruk) dengan sebaran luasan sbb : padi swah 60,653 Ha (56,37 %), TPLK seluas 82,576 Ha (76,75% ) dan Tanaman tahunan seluas 82,981 Ha (77,12 %).
   
IV
Kondisi Sosial Ekonomi
a.
Penduduk
Jumlah penduduk di kawasan Tobadak saat ini berjumlah +/- 15.518 KK atau 65.879 jiwa, yang terdiri atas penduduk transmigrans 10.941 KK (71%) dan penduduk setempat 4.577 KK (29%).

Gambaran sebaran penduduk transmigrans di kawasan KTM Tobadak adalah sebagai berikut: Kecamatan Topoyo = 5.301 KK atau 23.509 Jiwa, Kecamatan Tobadak = 5.476 KK atau 21.371 jiwa, Kecamatan Budong-budong = 4.741 KK atau 20.999 jiwa. Jumlah keseluruhan = 15.518 KK atau 65.879 jiwa.
b.
Mata Pencaharian
Mata pencaharian penduduk dan beragamnya potensi alam maupun modal yang tersedia akan memberikan warna terhadap keragaman jenis lapangan pekerjaan yang dilakukan. Hasil pengamatan tim bahwa jenis lapangan pekerjaan yang banyak diusahakan adalah : sektor Pertanian , Perdagangan, dan Jasa . Penduduk Kawasan Tobadak bekarja pada sektor pertanian sebesar ( 80% ) dan jenis tanaman yang dibudidayakan selain tanaman pangan adalah kelapa sawit, cacao dan jeruk. Total luas areal perkebunan untuk komoditi kelapa sawit, cacao dan jeruk kurang lebih +/- 25.000 Ha dengan jumalah produksi +/- 90.000 Ton .Tanaman cacao merupakan luasan paling luas yaitu ± 20.000 Ha dengan produksi 11,000 Ton. Pengahsilan penduduk yang bertani didaerah ini cukup tinggi yakni rata- rata sebesar Rp. 4 Juta perbulan dan bahkan beberapa petani mendapatkan hasil Rp,15 juta perbulan. Selain itu penghasilan dari petani jeruk mendapatkan penghasilan hasil sebesar Rp 35. Juta.

Selain sektor pertanian sebahagian penduduk juga bekerja pada sektor perikanan yang membudidayakan rumput laut, bandeng dan udang dan penduduk yang bekerja pada sektor peternakan adalah berternak sapi, kambing, ayam buras.

Bila diperhatikan dari PRD Kabupaten penghasilan sektor pertanian merupakan penyumbang yang paling besar yakni sekitar ± 33,54 % , selanjutnya adalah sektor Perhotelan dan restoran sebesar 18,19 %, selanjutnya sektor industri pengolahan 12.54 %, sektor jasa 12,16 %, sektor anggkutan dan telekomunikasi 8,57 %, sektor bangunan 4,53 %, sektor jasa persewaan 4,56 %, sektor pertambangan 4,42 % dan sektor listrik, gas dan air bersih sebesar 1,49 %.

Melihat dari persentase penyumbang PDRB tersebut, bahwa sektor pertanian menjadi sektor penymbang tersebar dibandingkan sektor lainnya. Dengan demikian bahwa lahan yang tersedia untuk pengembangan pertanian / perkebunan harus dikelola secara profesional dengan mengundang para investor untuk ikut berpartisipasi baik dari usaha hulu sampai dengan hilir.
c.
Prasarana dan Sarana Perekonomian
Sarana perekonomian yang telah tersedia di Kawasan ini antara lain koperasi, pasar dan perbankan (BNI, BRI, BPD) telah beroperasi, sedangkan sarana lainnya adalah :
  • Bandara Udara (Tampang pandang ) berjarak 27 Km dari kota Mamuju
  • Pelabuhan samudera Belang – belang bakengkeng di Kab.Mamju
  • Pelabuhan Ferry Simboro di Mamuju yang menghubungkan Mamuju – Balikpapan (Kaltim) – Batulicin (Kalsel) – dan Surabaya (Jawa Timur ).
  • Pelabuhan Ujung Polewi di Polewali Mandar
  • Pelabuhan rakyat Palili di Majene
  • Pelabuhan ikan Manakarra di Mamuju
  • Pelabuhan laut yang dikelola oleh swasta nasional di kab. Mamuju dan Mamuju Utara.
d. Fasilitas Umum
  • Sarana Kesehatan : Sarana kesehatan di kawasan Tobadak terdiri dari 29 puskesmas, dan 51 unit posyandu serta tenaga medis yang terdiri dari : Dokter, Perawat, Bidan dan Dukun Bayi, dengan sebaran sebagai berikut:
  • Sarana Peribadatan : Fasilitas peribadatan yang berada di kawasan Tobadak, antara lain Masjid 14 unit, Musholla 11 unit, gereja dan vihara 1 unit.
  • Sarana perdagangan : Fasilitas perdagangan dan jasa di kawasan Tobadak meliputi Pasar, Pertokoan, Warung/kelontong, dengan sebaran sebagai berikut: Kec. Topoyo 4 unit pasar, Tobadak 4 unit, dan kec. Budong-budong 6 unit.
e.
Sarana Transportasi
Sistem transportasi kawasan ini didominasi oleh sarana transportasi darat. Kabupaten Mamuju dilalui oleh jalan trans Sulawesi bagian barat dari Makassar - Palu (Sulteng), sehingga diharpkan dapat mendukung kegiatan perekonomian kawasan ini.

Disamping transporasi darat kawasan Tobadak terdapat transportasi laut dengan adanya pelabuhan pelayaran Belang-Belang di Mamuju, serta pelabuhan penumpang/ferry Simboro yang menghubungkan Mamuju dengan pulau sekitarnya. Begitu pula dengan transportasi udara terdapat pelabuhan udara Tampa Padang berjarak 27 km dari Mamuju. Pelabuhan udara ini melayani route Mamuju-Makassar dan sekitarnya
f. Sarana Listrik
Pada umumnya kawasan Tobadak telah dilayani oleh jaringan listrik dari PLN dan jumlah pelanggan berjumlah 6.994 pelanggan yang tersebar di setiap kecamatan .
g. Sarana Telekomunikasi
Jaringan telekomunikasi dikawasan KTM Tobadak penggunaannya terbatas pada telepon seluler saja dengan operator telkomsel, sedangkab telepon kabel masih terbatas .
h. Sarana Jaringan Air Bersih
Kebutuhan air bersih untuk rumah tangga diakwasan ini belum terlayani oleh PDAM, dan warga masih memanfaatkan air berasal dari sumur gali dan mata air sungai.
V.
Rencana Pengembangan Kawasan
 
Luas KTM Tobadak yang direncanakan adalah seluas 107.500 Ha , dengan pusat KTM didesa Topoyo. Rencna struktur pengembangan kawasan Tobadak direncanakan dalam 5 satuan kawasan pengembangan (SKP), dimana 4 kawasan diantaranya adalah areal revitalisasi dan 1 skp merupakan areal pengembangan baru.
 

1.
Areal Revitalisasi meliputi :
  • SKP A : diarahkan untuk pengembangan pertanian tanaman hortikultura, buah-buahan (Jeruk), dan tanaman pangan(padi dan palawija) serta pengembangan tanaman Sawit dan Cacao dengan pusat pengembangan di Topoyo seluas 10.111 Ha
  • SKP B : diarahkan untuk pengembangan tanaman hortikultura buah-buahan(Jeruk) dan tanaman pangan (padi, jagung dan ubi kayu) serta pengembangan tanaman kelapa sawit, Cacao dengan pusat pelayanan Desa Tobadak dan Luas 14.370 Ha
  • SKP C : diarahkan untuk pengembangan tanaman hortikultura buah-buahan(Jeruk) dan tanaman pangan (padi, jagung dan ubi kayu) serta pengembangan tanaman kelapa sawit, Cacao dengan pusat pelayanan Desa Salogata dengan Luas 13.212 Ha
  • SKP D : diarahkan untuk pengembangan tanaman hortikultura buah-buahan(Jeruk) dan tanaman pangan (padi, jagung dan ubi kayu) serta pengembangan perikanan laut dan tambak, dengan pusat pelayanan di Desa Babana dengan luas 6.622 Ha
2.
Areal Pengembangan yang diarahkan kepada sektor swasta yang terintegrasi dengan pengembangan lahan-lahan usaha transmigrasi, dimana diharapkan kebun-kebun swasta akan berperan sebagai inti dan kebun transmigran menjadi plasma. Potensi wilayah yang siap dikerjasamakan dengan adalah seluas ± 10.351 Ha. Selain itu direncanakan pengembangan hutan rakyat pada areal yang berstatus HPB seluas ± 24.544 Ha, ditujukan dalam upaya merehabilitasi lahan kritis dan pengelolaannya dapat bekerja sama dengan pemerintah (Cq. Depnakertrans dan Dephut). Di areal ini direncanakan akan dibangun fasilitas untuk mendukung pusat KTM Tobadak

VI.
Komoditas Unggulan
A. Komoditas Unggulan
 
Komoditas Unggulan di Kawasan KTM yang berskala ekonomi cukup baik yaitu salah satu komoditi yang sesuai dan telah diusahakan masyarakat setempat adalah Kelapa Sawit,Cacao dan Jeruk, seluas 18.195 Ha ,Sebagai gambaran produksi per tahun yang diusahakan adalah sbb:

No.

JENIS KOMODITI

LUAS TANAM (Ha)

PRODUKSI (Ton/Th)

PRODUKTIVITAS (Ton/Ha)

JUMLAH PETANI (Orang)

RENCANA LUAS PENGEMBANGAN (Ha)

1

Kelapa Sawit

1.320

 

10

5.176

10.351

2

Cacao

14.307

6.738

0,56

5.476

Intensifikasi

3

Jeruk

4.972

5.653

6,96

3.101

6.149

   
18.195
    13.753

15.500

Proyeksi produksi lima tahun kedepan untuk jeruk sebesar 29.179 ton,kelapa sawit 100.351 ton serta cacao secara intensifikasi dapat meningkat produktifitasnya.

Usaha pengembanan komoditi unggulan yaitu kelapa sawit, cacao dan jeruk menjadikan peluang investasi bagi investor untuk mengembangkan usahanya baik dari sektor hulu hingga sektor hilir di kawasan Tobadak ini.

Peluang investasi selama 3 tahun berdasarkan analisis dbutuhkan dana sebesar Rp.359,7 M seperti yang tertera dibawah ini :

No

Komoditi

Peluang Ivestasi

Penyerapan Tenaga Kerja (Org)

Pembangunan Pabrik
Investasi (milyar)

1

Kelapa sawit

PKS

135,3 M

3.415

2

Cacao

Pengeringan & bubuk coklat

72,4 M

5.476

3

Jeruk

Pemeras Jeruk

152 M

24.596

Untuk kebutuhan dana dalam rangka pembangunan KTM Tobadak diperkirakan dengan rincian sebagai berikut :

No.

Kegiatan

Jumlah Rp.
(dalam ribuan)

Keterangan

1

Perencanaan

3.275.000

 

2

Peningkatan Infrastruktur & Pemukiman

325.235.000

 

3

Pembangunan.Ekonomi Masyarakat

25.000.000

 

4

Pembang.Sosial Budaya

3.000.000

 

 

Jumlah

365.510.000

 

Sehingga jumlah keseluruhan total pembangunan KTM Tobadak adalah sebesar Rp.716,21 Milyard, direncanakan sumber dana dari APBN dan APBD sebesar Rp.365,51 Milyard dan sumber dana Swasta Rp.359,7 Milyard

VII.
Peluang Bisnis
 

Kawasan KTM Tobadak berdasarkan data profil kawasan mempunyai wilayah yang sangat kaya akan berbagai komoditas unggulan, sumber daya hutan, deposit berbagai jenis bahan tambang serta sumber daya kelautan yang masih belum digarap secara optimal. Disamping itu sarana perekonomian sudah cukup baik dan akan segera berkembang diwilayah ini. Perlu diketahui petani didaerah ini mempunyai income mencapai 4 s/d 15 juta perbulan, oleh karena itu berbagai peluang usaha untuk dikembangkan selain bidang pertanian,perikanan dan budidaya rumput laut berpeluang usaha bidang jasa dan perdagangan. Perlu diketahui bahwa kawasan ini akan cepat berkembang dalam segala bidang, sehingga bagi yang berniat untuk berusaha dikawasan ini agar menghubungi dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk mendapatkan informasi dan fasilitas yang dapat diberikan oleh pemerintah.