Untitled Document
23 July 2014  
 
Menu
 

Home

Berita Seputar KTM

Profil KTM

Galery Foto

 

 
 
  Home | KTM
  Profil Kota Terpadu Mandiri

PROFIL KTM RAMBUTAN-PARIT

I.
Gambaran Umum Kawasan
 

Wilayah KTM Rambutan-Parit telah ditetapkan berdasarkan SK Gubernur Sumatera Selatan Nomor 273/KPT/TPH/2003 sebagai Pusat Kawasan Agropolitan dan juga terdapat UPT Rambutan dan UPT Parit.

Kawasan terletak di Kabupaten Ogan Ilir provinsi Sumatera selatan. Luas wilayah Kabupaten 266.610 Ha yang terbagi atas 16 kecamatan dengan jumlah penduduk 356.493 jiwa atau 89.123 KK. Kabupaten Ogan Ilir merupakan kabupaten baru hasil Pemekaran dari Kabupaten Ogan Komering Ilir sesuai dengan Undang-undang Nomor 37 Tahun 2003. kedudukan Kabupaten Ogan Ilir sangat strategis mengingat posisi Kabupaten ini merupakan hinterland dari Kota Palembang yang merupakan pusat kegiatan utama di Propinsi Sumatera Selatan yang dilalui oleh jaringan jalan regional Palembang – Indralaya – Kayu Agung – Martapura – Lampung, dan Palembang – Indralaya – Muara Enim. Selain jalur transportasi jalan raya Kabupaten Ogan Ilir juga dilintasi jaringan rel kereta api Lintas Sumatera.

Kawasan Sungai Rambutan-Parit ini meliputi 5 desa dan 2 UPT yaitu desa Parit, desa Sungai  Rambutan, desa Lorok, desa Purnajaya dan desa Bakung. Sedangkan lokasi transmigrasi terdiri dari UPT Rambutan I dan UPT Parit I. Luas wilayah kawasan ini 34.933 Ha dan jumlah penduduk 7.598 jiwa atau 1.898 KK.

Potensi kawasan ini menampung transmigran sekitar 1500 - 2000 KK, dan yang sudah penempatan sejumlah 450 KK. Penempatan baru (UPT) direncanakan  sebanyak 3 UPT  yakni UPT Rambutan II, UPT Rambutan III dan UPT Parit II

II.
Aksesibilitas.
 

Pencapaian kelokasi wilayah KTM Rambutan-Parit dari Pusat Ibu Kota Propinsi(Palembang) adalah : Palembang – Simpang Desa Sungai Rambutan berjarak 22 Km, waktu tempuh 30 menit dengan kendaraan Mobil/Motor, dan dari Simpang Desa Sungai Rambutan ke desa Sungai Rambutan berjarak 10 Km ditempuh selama 10 menit dengan kendaraan mobil atau motor, selanjutnya dari desa Sungai Rambutan ke UPT Rambutan I berjarak 5,1 Km ditempuh selama 15 menit dengan mobil atau motor. Alternatif lain dari Palembang ke UPT Parit berjarak 42 Km ditempuh selama 35 menit dengan kendaraan mobil atau motor

III.

Konsidi Geografis.

 
a.
Iklim
 

Iklim di kawasan ini  kurang menunjang karena curah hujan yang jarang yaitu 4 bulan basah dan 4 bulan kering dan  kurang terdistribusi merata sepanjang tahun sehingga kurang menjamin ketersediaan air.

b.
Topografi
 

Sebagian besar kawasan merupakan daerah estuarium atau rawa pasang surut  dengan ketinggian 0,5 m sampai 2,25 m di atas permukaan laut. Pengaruh pasang surut air laut lebih dominan dibandingkan dengan pengaruh curah hujan.

c.
Tanah
 

Berdasarkan hasil penelitian kesesuaian tanah cukup baik untuk tanaman Padi, Kelapa sawit, Jagung, Kedele dan Kare.

IV.

Kondisi Kependudukan.

 

Potensi kawasan ini menampung transmigran sekitar 1500 - 2000 KK, dan yang sudah penempatan sejumlah 450 KK. Penempatan baru (UPT) direncanakan  sebanyak 3 UPT  yakni UPT Rambutan II, UPT Rambutan III dan UPT Parit II.

Jumlah penduduk di kawasan KTM Rambutan-Parit ada 7.598 jiwa atau 1.898 KK, yang terdiri dari masyarakat lokal dan masyarakat transmigran. Penduduk tersebut tersebar di masing-masing desa dan UPT seperti pada tabel dibawah ini :

No

Nama Desa/UPT Bina

Jumlah Penduduk

Keterangan

Jiwa

KK

1

Desa S. Rambutan

825

206

Desa Lokal

2

Desa  Parit

990

247

Desa Lokal

3

Desa Purnajaya

865

216

Desa Lokal

4

Desa Lorok

2.390

597

Desa Lokal

5

Desa Bakung

728

182

Desa Lokal

6

UPT Rambutan 1

600

150

UPT Bina

7

UPT Parit 1

1.200

300

UPT Bina

 

JUMLAH

7.598

1.898

 



V.

Perekonomian.

 
a.
Perekonomian Kabupaten.
 

Berdasarkan data  BPS Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2005,  distribusi PDRB (Produk Domestik Regional Bruto)   didapat dari lapangan usaha seperti yang tertera pada tabel berikut :

 

LAPANGAN USAHA

 

TAHUN
2004

 

TAHUN
2005

 

Persentase

Pertanian

439.894

463.078

34,72

Pertambangan dan Penggalian

73.990

77.098

6,06

Industri Pengolahan

143.910

149.868

10,94

Listrik, Gas dan Air bersih

1.457

1.529

0,17

Bangunan

172.522

181.183

13,43

Perdagangan Hotel dan Restauran

276.215

286.581

17,12

Pengankutan dan Komunikasi

19.167

20.445

2,11

Keuangan Persewaan & Jasa Perusahan

56.005

57.428

4,01

Jasa-jasa

108.785

116.913

11,45


Sumber : BPS Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2005

Berdasarkan tabel tersebut diatas terlihat secara menyeluruh bahwa pada periode 2004 sampai dengan 2005 PDRB Kabupaten Ogan Ilir sektor lapangan usaha pertanian merupakan yang tertinggi yaitu 34,72 % , disusul oleh Perdagangan hotel dan restauran sebesar 17,12 % dan yang terkecil adalah Listrik, Gas dan Air bersih yaitu 0,17%
Sudah jelas terlihat bahwa sektor pertanian masih merupakan sektor yang dominan dalam PDRB Kabupaten Ogan Ilir.
b.
Lembaga Kemitraan Usaha.
 

Dikawasan ini terdapat beberapa kelembagaan usaha diantaranya : Kelompok usaha tani, Kelompok usaha ternak sapi, Koperasi serba usaha KTM Transmigrasi (KSU KTM Trans), Koperasi wanita trans “AMANAH” dan Kelompok usaha bersama.

Disamping itu kawasan ini juga terdapat beberapa perusahaan diantaranya  : PT. Indralaya Agro Lestari, bergerak bidang kelapa sawit, PT. Satya Eka Perkasa  yang bergerak bidang LPG, PT. Adi Jaya Sentosa yang bergerak bidang tiang pancang beton, PT. Sumatera Prima Fiberwood yang bergerak bidang kayu lapis, PT. Garuda Tunggal Utama, bergerak bidang kelapa sawit, PT. Dunia Kimia Utama , PT. Pratama, bergerak bidang kelapa sawit, PT. Anugrah, bergerak bidang karoseri kendaraan.

VI.
Kondisi Pertanian.
 

Usaha pertanian di kawasan ini didominasi oleh padi dan kelapa sawit yang tersebar pada tanaman warga transmigran dan warga setempat. Selain itu tanaman kedele dan jagung juga cukup baik. Kawasan KTM Rambutan-Parit ini belum didukung oleh irigasi yang memadai, dimana para transmigran dan warga setempat bercocok tanam dengan sistem pasang surut. Hal ini karena curah hujan yang minim yaitu 4 bulan basah dan 4 bulan kering dan  kurang terdistribusi merata sepanjang tahun sehingga kurang menjamin ketersediaan air.

Begitu pula dengan tanaman lainnya seperti Karet, Kedele, Jagung dan Kelapa Sawit. Tanaman perkebunan yang mempenyai prospek dan nilai jual yang baik adalah kelapa sawit. Tanaman ini mempunyai tingkat ketersediaan yang relatif tinggi dibandingkan produk tanaman perkebunan lain.  Dengan pengolahan dan perlakuan pasca panen yang baik komoditi ini dapat diandalkan untuk dikembangkan di KTM Rambutan-Parit.

VII.
Rencana Struktur Wilayah KTM .
 

Berdasarkan hasil pengamatan serta kondisi eksisting di wilayah perencanaan,  hierarkhi pusat pelayanan kegiatan fungsional yang ada di Kawasan Kota Terpadu Mandiri Rambutan-Parit Kabupaten Ogan Ilir, adalah sebagai berikut :

 
* UPT Rambutan 1/Desa Rambutan, yang berfungsi sebagai Pusat Pengembangan Ekonomi atau KTM
* Lorok merupakan Sub Pusat pendukung
*
Semua desa/kelurahan diluar akan berfungsi sebagai buriloka (hinterland) yang akan mendukung keberlangsungan pengembangan Kawasan KTM Rambutan-Parit.



Dengan demikian di Kawasan KTM Rambutan-Parit secara struktur ruang terdiri dari 1 Pusat KTM  dan 1 Sub Pusat.

Rencana Struktur Pusat Pelayanan Di KTM Rambutan-Parit :

No.

Sub Kegiatan

Luas (Ha)

Jumlah (Jiwa)

KK

FUNGSI PUSAT/SUB PUSAT

PRIMER

SEKUNDER

 

 

 

 

 

 

 

A

Pusat KTM/PPE (Rambutan 1)

16.772

6.504

1.626

Permukiman

-   Pertanian

1

Sungai Rambutan

11.247

824

206

 

-    Peternakan

2

UPT Rambutan 1

1.275

1.200

300

 

-    Industri Pengolahan

3

UPT Parit 1

1.000

600

150

 

 

4

Rencana UPT Rambutan II

1.000

1.200

300

 

 

5

Rencana UPT Rambutan III

500

600

150

 

 

6

Rencana UPT Parit II

900

880

220

 

 

7

Rencana UPT Lorok

850

1.200

300

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B

Sub Pusat  (Lorok)

18.161

8.276

2.069

Permukiman

-    Pertanian

1

Parit

10.221

1.348

337

 

-    Perkebunan

2

Purnajaya

790

3.160

790

 

-    Perikanan

3

Lorok

2.150

2.388

597

 

 

4

Bakung

5.000

1.380

345

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jumlah

34.933

14.780

3.695

 

 



Sumber :  Hasil Analisis Tim KTM Rambutan-Parit, 2007



VIII Potensi Kawasan
 

Potensi Komoditi unggulan di Kawasan KTM  Rambutan-Parit adalah padi,  kelapa sawit. Untuk komoditi padi kondisi kesesuaian lahan cukup sesuai, namun yang perlu ditingkatkan adalah pengembangan sistem tanam dari pasang surut ke sistem irigasi, sehingga dapat dilakukan musim tanam minimal 2 kali dalam setahun.

Begitu pula dengan tanaman perkebunan kelapa sawit. Lahan dikawasan ini cukup cocok, dan mempenyai prospek dan nilai jual yang baik. Tanaman ini mempunyai tingkat ketersediaan yang relatif tinggi dibandingkan produk tanaman perkebunan lain.  Dengan pengolahan dan perlakuan pasca panen yang baik, komoditi ini dapat diandalkan untuk dikembangkan.

Kelapa Sawit merupakan komoditas ekspor yang mampu memberikan kontribusi didalam upaya peningkatan Devisa Negara.  Ekspor Sawit Indonesia selama 20 tahun terakhir terus menunjukkan adanya peningkatan.  Prospek ekspor  Sawit salah satunya dipucu oleh mahalnya harga BBM, karena minyak Sawit merupakan salah satu bahan baku campuran BBM  untuk biodesel.

Dengan meningkatnya permintaan Dunia terhadap komoditas Sawit dimasa yang akan datang, maka upaya untuk meningkatkan pendapatan petani yaitu melalui perluasan tanaman Sawit dan peremajaan kebun, ini merupakan langkah efektif untuk dilaksanakan.

Gambaran potensi komoditi padi dan kelapa sawit KTM Rambutan Parit program tanam selama 5 tahunan adalah sebagai berikut :

 

 



Komoditi unggulan

Intensivikasi

Ekstensivikasi

2007

2008

2009

2010

2011

Padi

Luas tanam ( Ha )

517

517

517

517

695

1.405

 

Produksi ( ton/th )

1.939

1.939

2.032

2.135

3.016

6.392

 

Produktivitas ( ton/Ha )

3,75

3,75

3,93

4,13

4,34

4,55

Klp. Sawit

Luas tanam ( Ha )

80

80

1.580

3.080

4.580

6.080

 

Produksi ( ton/th )

 

 

544

598

656

10.921

 

Produktivitas ( ton/Ha )

 

 

6,8

7,48

8,2

9,02


IX Peluang Bisnis
 

Faktor sarana dan prasarana khususnya sektor transnportasi adalah salah satu yang paling menentukan dalam perkembangan wilayah, untuk dapat mencapai hal tersebut pemerintah pusat dan daerah dikawasan ini telah mengembangkannya dan sudah cukup memadai ditinjau dari kualitas dan kuantitas, sehingga aksesibilitas jasa dan barang cukup baik. Dengan kondisi seperti itu peluang bidang usaha jasa sektor produksi dan pemasaran hasil pertanian di kawasan ini dapat dikembangkan lebih optimal.  Mengingat produksi pertanian di kawasan ini cukup baik, dan  lahan yang akan di ekstentifikasi cukup luas, maka faktor pengolahan dan pemasaran merupakan potensi yang dapat dikembangkan.

Selain bidang pertanian dan perkebunan telah dicadangkan lahan yang cukup luas untuk usaha peternakan dan perikanan, sehingga kesempatan usaha ini cukup potensial dalam usaha pengolahan samai pada pemasaran hasil produksi.