{include file="newsticker.html"}
{$current_date|date_format:"%d %B %Y"}  
 
Menu
 

Home

Berita Seputar KTM

Daftar Pengembangan KTM

Profil KTM

Galery Foto

 

 
 
  Home | KTM
  Profil Kota Terpadu Mandiri

PROFIL KTM PAWONSARI

I.
Gambaran Umum Kawasan

Kawasan KTM Pawonsari termasuk wilayah Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo. Wilayah kawasan KTM Pawonsari meliputi 2 kecamatan yaitu Kecamatan Paguyaman dan Kecamatan Wonosari. Secara geografis posisi kawasan terletak pada : 00°24'04''- 01'02'30'' LU dan 121°08'04''- 123'23'09'' BT

Adapun batas –batas administratif kawasan Pawonsari adalah sebagai berikut :

  1. Sebelah Utara : Sungai Paguyaman/ Kab Gorontalo
  2. Sebelah Timur : Sungai Paguyaman/Kab Gorontalo.
  3. Sebelah Barat : Kecamatan Dulupi.
  4. Sebelah Selatan : Kecamatan Paguyaman Pantai

Secara Topografi, kawasan Pawonsari terletak pada ketinggian 40- 1400 M dengan bentuk wilayah dataran dan berbukit. Terkait dengan keberadaan kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) – GOPADANG - segitiga Gorontalo-Paguyaman - Kwandang-Gorontalo kawasan Pawonsari merupakan hinterland dari KAPET GOPADANG dan diarahkan sebagai kawasan perindustrian di Provinsi Gorontalo.

Dikawasan ini terdapat pelabuhan Kwandang dan pelabuhan Anggrek yang berlokasi relatif dekat dengan kawasan Pawonsari dan merupakan sebuah keuntungan yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana akses pemasaran hasil-hasil komoditas dari kawasan Pawonsari. Kedepan pelabuhan Anggrek akan direncanakan menjadi pelabuhan utama dan diarahkan pengembangannya menjadi pelabuhan Nusantara dan Internasional, sedangkan pelabuhan Kwandang difokuskan menjadi pelabuhan utama pendaratan ikan atau pelabuhan armada perikanan dan Ternak Sapi.

Kawasan Pawonsari yang direncanakan menjadi KTM adalah meliputi : 4 Esk UPT ( Bongo 1,Bongo 2,Bongo 3,dan Bongo 4) yang telah dimekarkan menjadi 10 Desa, 2 UPT yang sedang dibina (Pangea Sp 1 dan Sp 2), Rencana 1 (satu) UPT (Pangea 3), dan lahan penduduk. Sehingga luas kawasan mencapai ± 34.133 Ha. .

II.
Pencapaian Lokasi
Untuk mencapai kawasan ini dapat dicapai dari Gorontalo berjarak 107 km dengan waktu tempuh 2,5 jam menggunakan bus atau travel yang kondisi jalannya hotmix/sirtu. Selain itu juga dapat ditempuh dari Ibu kota kabupaten Boalemo (Tilamuta) yang jaraknya 50 km dengan waktu tempuh 1,5 jam menggunakan bus angkutan kota (reguler) dengan kondisi jalan hotmix/sirtu.
III.
Kesesuaian Lahan

Berdasarkan analisis kesesuaian lahan kawasan seluas 13.504 ha diperuntukkan untuk tanaman padi sawah dan palawija, sedangkan unutk tanaman tahunan seperti kakao, tebu, kopi, famili dan lain-lain seluas 20.572 ha.

IV
Kondisi Sosial Ekonomi
1.
Jumlah dan Perkembangan Penduduk
Desa-desa dan eks UPT penempatan tahun 1976 sampai dengan tahun 1985, para transmigrannya berasal dari Jawa Timur, Bali, NTB, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Gorontalo. Desa-desa yang masuk dalam kawasan KTM adalah sebanyak 25 desa, yaitu 16 desa di kecamatan Wonosari dan 9 desa di kecamatan Paguyaman. Jumlah penduduk dari 25 desa tersebut berjumlah 10.991 KK atau 40.630 jiwa.
2.
Agama
Menurut data penduduk kecamatan menurut agama, penduduk Kawasan Pawonsari sebagian besar beragama Islam seperti dalam tabel di bawah ini:
 

Kecamatan

Islam

Protestan

Katolik

Hindu

Budha

Paguyaman

24.767

87

52

903

-

Wonosari

16.912

399

74

1120

13


Sumber : Kecamatan Dalam Angka 2006
3.
Komoditas Pertanian Pangan
Jenis tanaman pangan yang diusahakan masarakat antara lain padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu dan ubi jalar. Produktivitas tanaman cukup memuaskan khususnya padi dan jagung dengan tingkat produktivitas hampir menyamai tingkat produktivitas nasional. Tabel berikut menunjukkan luas areal pengusahaan tanaman pangan di KTM Pawonsari.

Luas Areal dan Produksi Tanaman Pangan di KTM Pawonsari yang bersumber dari Kecamatan Dalam Angka (Wonosari & Paguyaman), 2006 adalah sebagai berikut :
 

No

Komoditas

Kecamatan Wonosari

Kecamatan Paguyaman

Luas Panen (Ha)

Produksi (ton)

L.Panen (Ha)

Prod. (ton)

1

Padi

3.621

17.960

1.671

7.870

2

Jagung

6.380

20.375,1

5.243

16.253

3

Ubi Kayu

39

444,6

14

159,6

4

Ubi Jalar

21

163,8

3

23,4

5

Kedelai

320

384,0

110

132

6

Kacang Hijau

43

38,7

8

7,2

7

Kacang Tanah

60

66,0

28

30,2

4. Komoditas Perkebunan
Pengusahaan tanaman perkebunan di KTM Pawonsari merupakan perkebunan rakyat. Tanaman perkebunan yang diusahakan paling banyak (areal paling luas) adalah pengusahaan tanaman tebu.Selain itu juga terdapat tanaman kelapa, kakao, kemiri, vanili dan lain-lain. Tabel berikut data dari kecamatan tahun 2006.
 

No

Komoditas

Kec. Wonosari

Kec. Paguyaman

Jumlah

Luas (Ha)

Prod. (ton)

Luas (Ha)

Prod. (ton)

Luas (Ha)

Prod. (ton)

1

Kelapa

519,32

298,58

963,45

744,32

1.47 7

1.042,90

2

Jambu Mete

5,4

0

14,67

2,35

20,07

2,35

3

Kakao

255,55

19,27

324,82

64,51

580,37

83,78

4

Kopi

13,90

2,43

304,45

81,26

318,35

83,69

5

Kemiri

9,10

3,01

47,5

15,40

56,6

18,41

6

Cengkeh

0

0

0,40

0

0,40

0

7

Lada

0

0

0,25

0

0,25

0

8

Tebu

1,409,30

103.019,83

1.698,75

124.246,57

3.108,05

227.266,40

V.
Sarana Prasarana Permukiman
 
  1. Pendidikan .
    Pasarana untuk menunjang dalam meningkatkan pendidikan terdiri dari 25 TK, 41 SD, 2 Ibtidaiyah, 8 SLTP, 2 Tsanawiyah, 2 SLTA dan 2 SMK.
  2. Kesehatan
    Sarana kesehatan yabf ada dikawasan ini terdiri dari 2 buah Puskesmas, 11 buah Pustu, 2 buah Puskesmas Keliling, 42 buah Posyandu. Dari 2 (dua) Puskesmas tersebut salah satu yang terletak di Molombulahe sudah mempunyai fasilitas rawat inap.
  3. Peribadatan
    Sarana peribadatan yang terdapat di KTM Pawonsari terdiri dari Masjid 70 unit, Musholla 16 unit, Gereja Protestan 4 unit, Gereja Katholik 2 unit, Pura 8 unit.
  4. Perdagangan
    Sarana perdagangan di KTM Pawon terdiri dari pasar tradisional semi permanen 10 unit, pasar tradisionil non permanen 2 unit, pasar hewan 1 unit, warung makan 5 unit dan Toko/warung kelontong 256 unit.
  5. Jaringan Transportasi
    Kondisi jalan dikawasan ini beraspal dan perkerasan, panjang jalan 116,8 Km, jembatan beton 1 buah dan 7 buah jembatan kayu.
  6. Jaringan Listrik
    Pada tahun 2007, desa di Paguyaman yang belum menikmati jaringan listrik hanya desa Karya Murni. Saat ini listrik telah menjadi fasilitas perumahan yang sangat diperlukan. Sedangkan Pada tahun 2007, desa-desa di Wonosari yang belum menikmati jaringan listrik adalah Pangeya, Dimito, Suka Mulia dan Sari Tani.
  7. Air Bersih
    Sebahagian kawasan yaitu desa Molombulahe, Tangkobu, Wonggahu yang sudah menikmati air PAM, dan yang lainnya menggunakan sumur gali dan sungai.
  8. Pos dan Telekomunikasi
    Dikawasan ini pos dan telekomunikasi mencakup jangkauan baik. Di Paguyaman terdapat 11 wartel dan 1 Kantor Pos Pembantu, sedangkan di Kecamatan Wonosari terdapat 5 wartel dan 1 Kantor Pos Pembantu. Sedangkan untuk jaringan telepon kabel pada kawasan ini belum tersedia.
  9. Jaringan Irigasi
    Usaha tani di Kawasan Pawonsari sangat tergantung pada musim, ketergantungan ini sangat tinggi dimana kegiatan usahatani hanya optimal dilakukan pada musim hujan.
    Untuk lokasi desa Mutiara, Bongo Tua dan sekitarnya yang masuk ke dalam SKP III terdapat Irigasi kecil dengan Intake di Sungai Paguyaman tetapi hanya dapat mengairi persawahan teknis ± 300 ha. Sedangkan kawasan pusat KTM masih banyak menggunakan Pompa Deep Well bantuan Jepang (JICA). Saat ini sedang dibangun Bendungan Paguyaman yang nantinya dapat mengairi persawahan teknis di Kawasan Pawonsari seluas ± 4.200 Ha.
VI.
Potensi Wilayah

Di kawasan KTM Pawonsari, sesuai dengan agroekosistem yang ada, terdapat berbagai pengusahaan jenis komoditas pertanian yang meliputi tanaman pangan, perkebunan dan peternakan. Dari luas kawasan 34.113 Ha tersebut 699 Ha merupakan daerah konservasi, sehingga lahan yang dapat dimanfaatkan seluas 33.414 Ha. Dari luas 33.414 Ha tersebut sudah dimanfaatkan untuk usaha pertanian, perkebunan dan peternakan seluas 19.318,86 Ha, untuk permukiman seluas 2.344 Ha. Sehingga masih terdapat lahan potensial yang dapat dikembangkan untuk komoditas unggulan seluas 11.751,14 Ha . Jenis tanaman pangan unggulan adalah Padi dan Jagung. Produktivitas kedua tanaman tersebut cukup memuaskan dengan tingkat produktivitas hampir menyamai tingkat produktivitas Nasional.

Tanaman jagung sudah sangat akrab dengan masyarakat di wilayah ini secara sosio kultural, karena periode terdahulu jagung merupakan makanan pokok masyarakat di wilayah ini.

Disisilain perkembangan ketersediaan prasarana pengairan, membuka peluang memanfaatkan areal persawahan untuk mengusahakan tanaman padi. Pengusahaan tanaman padi terutama terdapat di areal ex permukiman transmigrasi baik pada lahan yang mendapat pengairan maupun lahan tadah hujan. Selain padi dan jagung juga Tebu cukup baik, sehingga PT. Gorontalo telah mendirikan pabrik gula untuk menampung hasil produksi tebu.

VII.
Potensi Bisnis
 
 

Dari data potensi lahan yang disampaikan diatas, meliputi usaha bidang pertanian lahan basah, palawija, perkebunan, sektor industri, perdagangan siap menanti wirausaha bangsa, dimana infrastruktur dalam segala bidang akan ditingkatkan bersama-sama dengan pemerintah daerah dan pusat. Bagi yang berminat silahkan menghubungi instansi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut dan peluang yang dapat difasilitasi oleh pemerintah untuk anda.