Kenang Tragedi Transmigrasi, Muhaimin Ziarah Kubur ke Sukra
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengadakan upacara dan ziarah kubur ke Monumen Pioner Transmigrasi di Desa Sukra, Indramayu, Jawa Barat. Ziarah kubur yang diadakan dalam rangka Hari Bakti Transmigrasi ke 61 ini dilakukan untuk mengenang jasa para pioner transmigrasi yang mengalami kecelakaan saat perjalanan ke lokasi transmigrasi.
”Mereka yang meninggal di tempat ini merupakan kelompok warga pertama yang akan diberangkatkan ke lokasi transmigrasi petama kali di Indonesia, mereka adalah pionir pembangunan transmigrasi, " kata Muhaimin Iskandar saat kunjungan ke Indramayu, Jawa Barat pada Minggu (18/12).
Muhaimin mengatakan ziarah ini penting dilakukan untuk kembali mengingat kejadian penting dalam sejarah pembangunan transmigrasi di Indonesia. "Setiap tahun di Monumen Makam Pionir Pembangunan Transmigrasi Desa Sukra Kab Indramayu dilakukan ziarah untuk kembali mengenang kejadian kecelakaan pioner transmigrasi, "kata Muhaimin.
Di era saat ini, kata Muhaimin transmigrasi masih bisa dijadikan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan sosial bagi daerah yang memiliki kepadatan penduduk sangat tinggi. Namun demikian, tidak semua orang bisa memahami akan pentingnya transmigrasi akan tetapi pihaknya tetap optimis program transmigrasi bisa menjadi salah satu solusi mengatasi sosial lainnya.
Kisah Tragedi Pioner Transmigrasi
Demi sebuah kehidupan dan masa depan yang lebih layak, maka ratusan kilometer transmigran asal Kecamatan Ngandon Kabupaten Boyolali menempuh perjalanan untuk menuju lokasi transmigrasi yang terletak UPT Rumbiya Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Namun harapan itu kandas setelah bus yang ditumpanginya tergelincir kemudian masuk sungai dan terbakar di kali Sewo Desa Sukra Indramayu.
Musibah yang terjadi pada pukul 04.30 dini hari tersebut, terjadi pada salah satu bus dari enam buah bus yang akan berangkat, dari musibah itu mengakibatkan korban meninggal dunia sebanyak 67 orang yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak. Diantara rombongan yangmengalami musibah, terdapat tiga orang anak-anak selamat yang kemudian diangkat sebagai “anak angkat” keluarga besar transmigrasi mereka adalah Jaelani, Suyanto, dan Sangidu. Korban tewas semuanya dimakamkan di dekat pemakaman umum yang terletak dekat lokasi kejadian. Itulah sepenggal kisah yang memilukan yang terjadi pada 11 Maret 1974 silam, yang merenggut nyawa dari para pionir pembangunan transmigrasi.
Pusat Humas Kemnakertrans
Kemenakertrans Garap Food Estate 30.000 Hektar di Kawasan Transmigrasi Bulungan, Kaltim
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) kini mulai membangun dan
Menakertrans : Tahun 2011 Kawasan Transmigrasi Sumbang 5,87 juta Ton Beras
Berdasarkan data Kemnakertans selama pelaksanaan program transmigrasi sejak tahun 1905
Kemnakertrans Kembangkan 5.000 Ha Perkebunan Sisal di Lahan Transmigrasi
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mulai mengembangkan perkebunan Sisal (sisal agave sp
Lorem ipsum dolor sit amet consec
adipiscing elit. Suspendisse purus nulla, bibendum at, elementum id, dictum vitae
Lorem ipsum dolor sit amet consec
adipiscing elit. Suspendisse purus nulla, bibendum at, elementum id, dictum vitae
Home | Sitemap | Hubungi Kami | Redaksi
www.depnakertrans.go.id - Jl. TMP Kalibata 17 Jakarta Selatan - Jl. Jendral Gatot Subroto Kav 51 Jakarta Pusat - Kemenakertrans